Warisan Ilmu Pengetahuan Islam dalam Memajukan Pengetahuan Masa Kini
Assalamu'alaikum Teman!
Kali ini Lili mau nulis tentang Warisan Islam dalam
Memajukan Peradaban Dunia. Mungkin kamu juga bakal tercengang-cengang
dibuatnya. Oke langsung saja.
Check It Out!
Ayat diatas menjelaskan islam mendorong umatnya untuk
menguasai ilmu pengetahuan. Tegaknya suatu umat tidak harus selalu pertumpahan
darah, melainkan juga melalui ilmu pengetahuan. Rendahnya tingat pendidikan di
Indonesia menjadi potret bahwa islam masih dimaknai melalui sisi spiritualitas
saja, padahal islam telah mengatur semua aspek kehidupan termasuk ilmu
pengetahuan.
Banyak Contoh dasar ilmu pengetahuan yang lahir dari orang
islam. Contohnya adalah Aljabar, Angka nol dan Algoritma. Banyak contoh alat
komunikasi disekitar kita yang menggunakan perhitungan fungsi angka nol dan
satu.
A.
Sains dan Kejayaan Islam
Ilmu pengetahuan yang canggih dan maju
nampaknya terkesan jauh dari islam. Banyak dari kita yang masih menjadi
pengguna teknologi. Padahal pada tahu 750 – 1250 M pusatnya peradaban kaum
muslim. Kejayaan islam selain dapat dilihat dari luasnya daerah yang telah
ditaklukkan dan megah dan indahnya bangunan masjid. Ternyata banyak dari kita
yang tidak mengetahui bahwa islam telah berperan penting dalam memajukan ilmu
pengetahuan masa kini. Salah satu warisan islam adalah ilmu matematika. Dalam
bidang eksakta atau ilmu pasti matematika jauh lebih dulu dipelajari
dibandingkan dengan kimia atau fisika. Hal ini terbukti dengan disabetnya
medali emas dalam olimpiade matematika pada tingkat internasional. Sayangnya
penguasaan kita masih kurang sehingga kita belum mampu menjadikan universitas
kita sebagai salah satu 100 universitas terbaik di dunia. Padahal matematika
sangat penting dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu
cabang matematika sendiri adalah Aljabar.
1.
Aljabar
Aljabar adalah salah satu ilmu yang dipelajari saat memasukki tingkat
sekolah menengah pertama. Inti dari aljabar sendiri adalah tentang mempelajari
fungsi dalam matematika. Aljabar sendiri artinya adalah penyelesaian. Intisari
Aljabar pertama kali ditulis dalam kitab yang berjudul Al Kitab Al Mukhtasar
Fi Hisab Al jabr wal Muqabala yang ditulis oleh Muhammad ibn Musa Al
Khawarizmi. Fungsi aljabar sendiri adalah untuk mengukur dan meramalkan
persamaan. Prinsip dari aljabar adalah keseimbangan. Hampir semua rumus
terbentuk dari perhitungan Aljabar. Contohnya kurva keseimbangan permintaan
dengan ketersediaan barang. Seorang ekonom mampu menentukan harga komoditas
barang di masa depan saat mampu menguasai perhitungan aljabar. Ilmuwan sekelas
Einstein dan Newton-pun baru menemukan rumus mereka saat berkutat dengan
aljabar. Di bidang statistika perkiraan
jumlah penduduk di masa mendatang dapat diperkirakan dengan perhitungan
aljabar. Dengan menguasai aljabar kita telah memegang kunci untuk meramalkan
masa depan berdasarkan dengan masa kini dengan landasan nalar dan ilmiah
2.
Fungsi angka ‘0’
Selain menemukan aljabar, sosok genius Al-khawarizmi telah menemukan
angka 0. Beliaulah yang telah mengajarkan bahwa untuk melambangkan perhitungan
dengan hasil dibawah 1 adalah dengan menggambarkan lingkaran kecil. Angka 0
juga berperan dalam menciptakan cabang ilmu pengetahuan baru yaitu Algoritma.
Fungsi Algoritma sendiri untuk menjadikan bilangan sekecil apapun menjadi
nampak. Algoritma juga membuat ilmuwan dapat menghitung dapak tumbukan dari
atom. Algoritma juga telah menjadi dasar dalam perkembangan ilmu teknologi dan
komunikasi. Saat kita mengetikkan huruf pada layar handphone kita sebenarnya
itu adalah hasil dari perhitungan algoritma. Hakikat angka 0 bukan menunjukkan
suatu ketiadaan melainkan gambaran tentang kecilnya sebuah atom dan makhluk
mikroorganisme. Angka 0 juga menjamin eksistensi suatu benda yang tidak
terpikir sebelumnya. Hal kecil bukan berarti tidak memilikki energi. Lihatlah
bom atom yang telah menjadi teror orang-orang pada saat perang dunia 1 dan 2.
Bom atom tercipta dari suatu tumbukan dahsyat suatu atom. Kecilnya bakteri dan
virus juga bukan berarti ia tidak memilikki kuasa atas makhluk lainnya. Banyak
orang yang meninggal akibat diare dan AIDS. Begitu pula dengan amal perbuatan.
Hal sekecil apapun pasti akan dibalas oleh Allah SWT. Karena Allah Maha
Mengetahui dan Maha Bijaksana seperti yang tercantum dalam surat Yunus ayat 61
Kamu
tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan
kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di
waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar
zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak
(pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang
nyata (Lauh Mahfuzh). (QS 10 : 61).
3.
Trigonometri
Warisan lain dari Al-Khawarizmi adalah Trigonometri.
Apakah Trigonometri itu? Trigonometri adalah perhitungan mengenai besaran sudut
melalui sebuah perhitungan dan persamaan matematika. Sudut terbentuk ketika dua
garis saling bersinggungan dan satuannya dinyatakan dalam derajat. Angka
minimal suatu derajat adalah 0° dan angka maksimal adalah 360°.
Perhitungan Trigonometri biasanya berdasarkan pada besarnya sinus, cosinus, dan
tangen. Al-khawarizmi juga lah orang pertama yang mampu membuat tabel sinus dan
cosinus. Sedangkan fungsi trigonometri sendiri yang paling utama adalah pada
sistem navigasi. Perjalanan dari titik satu ke titik lainnya pastinya akan
menghasilkan sebuah rangkaian sudut. Dunia navigasi menentukan arah berdasarkan
koordinat yang akan membentuk sebuah garis dan sudut. Perjalanan kapal laut dan
pesawat terbang sangat bergantung kepada ketepatan menghitung nahkoda dan
pilotnya. Oleh karena itu nahkoda dan pilot harus mampu menguasai ilmu
trigonometri dengan baik, jika ada sedikit kesalahan pada perhitungan maka akan
menjadi kacau dan akhirnya tersesat. Fungsi navigasi ada dalam semua alat
navigasi, baik laut maupun darat. Begitu pula dengan rekayasa teknik seperti
rekayasa gelombang dan cahaya.
Andai saja sosok jenius yang satu ini tidak pernah menemukan
trigonometri. Maka kita tidak akan pernah bisa menikmati acara televisi
kesukaan kita. Triginometri juga menjadi dasar dalam penggunaan teknik
arsitektur. Tegaknya suatu bangunan bergantung pada perhitungan sudut pada
tiang penyangganya. Dalam membuat atap sebuah bangunanpun dibutuhkan dasar
Trigonometri. Ketepatan menghitung sudut
sangat dibutuhkan guna menghindari masuknya tetesan air hujan.
4.
Penyempurnaan
ilmu Geografi
GPS atau Global Positioning System sangat dibutuhkan dalam
kehidupan modern masa kini. Dengan adanya GPS maka kita daapat meminimalisir
kejadian hilang atau tersesat. Begitu pula dengan petunjuk arah kiblat dan
waktu shalat. Tahukah kalian darimana asal GPS? GPS berdasarkan dari ilmu
Geografi. Sedangkan penyempurnaan Ilmu geografi sendiri tercantum dalam Kitab
Surat al Ardh yang naskah aslinya berada di Universitas Sorbonne, Perancis.
Al-khawarizmi adalah orang pertama yang berhasil membagi bumi menjadi beberapa
zona. Al-khawarizmi jugalah yang mampu menggambarkan secara detail kenampakkan
muka bumi, termasuk benua, negara bahkan hingga kota-kota didalamnya
berdasarkan garis koordinat. Koordinat dibutuhkan dalam hal pemetaan namun
selain pemetaan koordinat juga dibutuhkan dalam penginderaan jarak jauh.
Penginderaan jarak jauh sendiri memilikki salah satu fungsi yaitu untuk mencari
Sumber Daya Alam yang ada jauh dibawah permukaan bumi.
B.
Semangat
untuk kembali menguasai ilmu pengetahuan
Berkaca dari Muhamman ibn Musa al- Khawarizmi tidak
membuat kita harus memamerkan kejayaan peradaban islam dari masa lalu untuk
dipamerkan pada masa kini. Seharusnya hal itu menjadi landasan kita dalam
menguasai teknologi dan ilmu pengetahuan. Hampir seluruh negara muslim di dunia
masih menjadi pengguna barang-barang berterknologi. Produsen handphone pun
masih memandang Indonesia adalah pasar yang besar. Rakyat Indonesia masih
menjadi konsumen barang elektronik begitu juga arab saudi dan negara timur
tengah yang masih menjadi pembeli pesawat terbang nomor 1 di dunia. Sebenarnya
ita sedang dibuai oleh bangsa barat. Ketertinggalan kita dalam berbagai ilmu
pengetahuan menjadi gambaran bahwa kita gagal mengembangkan ilmu pengetahuan
yang diwariskan oleh ilmuwan-ilmuwan muslim pada masa lalu. Seharusnya hal ini
menjadikan kita sadar bahwa pengembalian kejayaan islam ke muka bumi tidak
hanya soal politik dan hunusan pedang. Kita boleh juga amar ma’ruf nahi mungkar
dalam menegakkan syariat islam namun disamping itu hal yang membuat islam jaya
sebagai peradaban adalah ilmu pengetahuan. Al-khawarizmi juga telah menunjukkan
bahwa ilmu pengetu=ahuan adalah salah satu cara untuk menunjukkan eksistensi
kita. Dunia barat diam-diam telah mengambil ilmu pengetahuan dari kita untuk
menghilangkan kegelapan dari peradabannya. Indonesia sendiri sedang dijajah
namun bukan dari segi wilayah dan kekuasaan melainkan dari segi ekonomi.
Membangun peradaban modern di nusantara niscaya akan
membangkitkan kejayaan islam. Tentu saja sebuah langkah besar dimulai dari
sebuah langkah kecil. Dan langkah kecil tersebut adalah mengubah perspektif
kita dalam memandang ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan bukan saja dilihat dari
sisi dunia saja melainkan dari sisi ukhrawi atau akhirat seperti sabda
Rasulullah SAW
Kelebihan
orang berilmu dibanding abid (ahli ibadah) adalah tujuh puluh derajat. (HR.
Ashbihaani)
Menjalankan rukun iman dan rukun islam nampaknya hanya akan menjadi
jaminan aliran pahala saat di dunia. Tentunya kita menginginkan aliran pahala
bahkan saat kita telah tiada. Nah, salah satu cara untuk mendapatkan pahala
yang terus mengalir adalah dengan menguasai suatu pengetahuan dan
mengajarkannya bagi sesama, sehingga kita bisa menciptakan suatu rumus yang
dapat dipelajari oleh anak cucu kita. Dengan ini kehadiran kita di dunia
dikenang tidak hanya orang yang sholih/ah tetapi juga orang yang berilmu luas
yang telah berhasil menyempurnakan ilmu pengetahuan, kehidupan dan peradaban.
Ilmu pengetahuan tidak hanya tentang harta dan Allah SWT. Telah menjamin
kemuliaan bagi orang yang mensucikan niatnya untuk mengajarkan ilmu pengetahuan
dengan ikhlas. Islam, selain membutuhkan sosok yang berani dan siap mati juga
membutuhkan sosok yang mampu menguasai ilmu pengetahuan . Untuk itulah ajari
generasi kita dengan ajaran islam yang kaffah atau sempurna.
Sumber Utama : Khazanah Trans 7






Komentar
Posting Komentar