Warisan Ilmu Pengetahuan Islam dalam Memajukan Pengetahuan Masa Kini


Assalamu'alaikum Teman!

Kali ini Lili mau nulis tentang Warisan Islam dalam Memajukan Peradaban Dunia. Mungkin kamu juga bakal tercengang-cengang dibuatnya. Oke langsung saja.

Check It Out!



 Hai orang-orang yang beriman apabila dikatakan kepadamu : "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan : "Berdirilah kamu", maka berdirilah niscaya Allah akan meninggikan orang - orang yang beriman diantaramu dan orang - orang yang diberi ilmu beberapa derajat.(Q.S 58 : 11)    

Ayat diatas menjelaskan islam mendorong umatnya untuk menguasai ilmu pengetahuan. Tegaknya suatu umat tidak harus selalu pertumpahan darah, melainkan juga melalui ilmu pengetahuan. Rendahnya tingat pendidikan di Indonesia menjadi potret bahwa islam masih dimaknai melalui sisi spiritualitas saja, padahal islam telah mengatur semua aspek kehidupan termasuk ilmu pengetahuan.

Banyak Contoh dasar ilmu pengetahuan yang lahir dari orang islam. Contohnya adalah Aljabar, Angka nol dan Algoritma. Banyak contoh alat komunikasi disekitar kita yang menggunakan perhitungan fungsi angka nol dan satu. 



A.      Sains dan Kejayaan Islam



Ilmu pengetahuan yang canggih dan maju nampaknya terkesan jauh dari islam. Banyak dari kita yang masih menjadi pengguna teknologi. Padahal pada tahu 750 – 1250 M pusatnya peradaban kaum muslim. Kejayaan islam selain dapat dilihat dari luasnya daerah yang telah ditaklukkan dan megah dan indahnya bangunan masjid. Ternyata banyak dari kita yang tidak mengetahui bahwa islam telah berperan penting dalam memajukan ilmu pengetahuan masa kini. Salah satu warisan islam adalah ilmu matematika. Dalam bidang eksakta atau ilmu pasti matematika jauh lebih dulu dipelajari dibandingkan dengan kimia atau fisika. Hal ini terbukti dengan disabetnya medali emas dalam olimpiade matematika pada tingkat internasional. Sayangnya penguasaan kita masih kurang sehingga kita belum mampu menjadikan universitas kita sebagai salah satu 100 universitas terbaik di dunia. Padahal matematika sangat penting dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu cabang matematika sendiri adalah Aljabar.



1.       Aljabar



Aljabar adalah salah satu ilmu yang dipelajari saat memasukki tingkat sekolah menengah pertama. Inti dari aljabar sendiri adalah tentang mempelajari fungsi dalam matematika. Aljabar sendiri artinya adalah penyelesaian. Intisari Aljabar pertama kali ditulis dalam kitab yang berjudul Al Kitab Al Mukhtasar Fi Hisab Al jabr wal Muqabala yang ditulis oleh Muhammad ibn Musa Al Khawarizmi. Fungsi aljabar sendiri adalah untuk mengukur dan meramalkan persamaan. Prinsip dari aljabar adalah keseimbangan. Hampir semua rumus terbentuk dari perhitungan Aljabar. Contohnya kurva keseimbangan permintaan dengan ketersediaan barang. Seorang ekonom mampu menentukan harga komoditas barang di masa depan saat mampu menguasai perhitungan aljabar. Ilmuwan sekelas Einstein dan Newton-pun baru menemukan rumus mereka saat berkutat dengan aljabar.  Di bidang statistika perkiraan jumlah penduduk di masa mendatang dapat diperkirakan dengan perhitungan aljabar. Dengan menguasai aljabar kita telah memegang kunci untuk meramalkan masa depan berdasarkan dengan masa kini dengan landasan nalar dan ilmiah



2.       Fungsi angka ‘0’




Selain menemukan aljabar, sosok genius Al-khawarizmi telah menemukan angka 0. Beliaulah yang telah mengajarkan bahwa untuk melambangkan perhitungan dengan hasil dibawah 1 adalah dengan menggambarkan lingkaran kecil. Angka 0 juga berperan dalam menciptakan cabang ilmu pengetahuan baru yaitu Algoritma. Fungsi Algoritma sendiri untuk menjadikan bilangan sekecil apapun menjadi nampak. Algoritma juga membuat ilmuwan dapat menghitung dapak tumbukan dari atom. Algoritma juga telah menjadi dasar dalam perkembangan ilmu teknologi dan komunikasi. Saat kita mengetikkan huruf pada layar handphone kita sebenarnya itu adalah hasil dari perhitungan algoritma. Hakikat angka 0 bukan menunjukkan suatu ketiadaan melainkan gambaran tentang kecilnya sebuah atom dan makhluk mikroorganisme. Angka 0 juga menjamin eksistensi suatu benda yang tidak terpikir sebelumnya. Hal kecil bukan berarti tidak memilikki energi. Lihatlah bom atom yang telah menjadi teror orang-orang pada saat perang dunia 1 dan 2. Bom atom tercipta dari suatu tumbukan dahsyat suatu atom. Kecilnya bakteri dan virus juga bukan berarti ia tidak memilikki kuasa atas makhluk lainnya. Banyak orang yang meninggal akibat diare dan AIDS. Begitu pula dengan amal perbuatan. Hal sekecil apapun pasti akan dibalas oleh Allah SWT. Karena Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana seperti yang tercantum dalam surat Yunus ayat 61



        Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS 10 : 61).



3.       Trigonometri




Warisan lain dari Al-Khawarizmi adalah Trigonometri. Apakah Trigonometri itu? Trigonometri adalah perhitungan mengenai besaran sudut melalui sebuah perhitungan dan persamaan matematika. Sudut terbentuk ketika dua garis saling bersinggungan dan satuannya dinyatakan dalam derajat. Angka minimal suatu derajat adalah 0° dan angka maksimal adalah 360°. Perhitungan Trigonometri biasanya berdasarkan pada besarnya sinus, cosinus, dan tangen. Al-khawarizmi juga lah orang pertama yang mampu membuat tabel sinus dan cosinus. Sedangkan fungsi trigonometri sendiri yang paling utama adalah pada sistem navigasi. Perjalanan dari titik satu ke titik lainnya pastinya akan menghasilkan sebuah rangkaian sudut. Dunia navigasi menentukan arah berdasarkan koordinat yang akan membentuk sebuah garis dan sudut. Perjalanan kapal laut dan pesawat terbang sangat bergantung kepada ketepatan menghitung nahkoda dan pilotnya. Oleh karena itu nahkoda dan pilot harus mampu menguasai ilmu trigonometri dengan baik, jika ada sedikit kesalahan pada perhitungan maka akan menjadi kacau dan akhirnya tersesat. Fungsi navigasi ada dalam semua alat navigasi, baik laut maupun darat. Begitu pula dengan rekayasa teknik seperti rekayasa gelombang dan cahaya.



Andai saja sosok jenius yang satu ini tidak pernah menemukan trigonometri. Maka kita tidak akan pernah bisa menikmati acara televisi kesukaan kita. Triginometri juga menjadi dasar dalam penggunaan teknik arsitektur. Tegaknya suatu bangunan bergantung pada perhitungan sudut pada tiang penyangganya. Dalam membuat atap sebuah bangunanpun dibutuhkan dasar Trigonometri.  Ketepatan menghitung sudut sangat dibutuhkan guna menghindari masuknya tetesan air hujan.  



4.       Penyempurnaan ilmu Geografi




GPS atau Global Positioning System sangat dibutuhkan dalam kehidupan modern masa kini. Dengan adanya GPS maka kita daapat meminimalisir kejadian hilang atau tersesat. Begitu pula dengan petunjuk arah kiblat dan waktu shalat. Tahukah kalian darimana asal GPS? GPS berdasarkan dari ilmu Geografi. Sedangkan penyempurnaan Ilmu geografi sendiri tercantum dalam Kitab Surat al Ardh yang naskah aslinya berada di Universitas Sorbonne, Perancis. Al-khawarizmi adalah orang pertama yang berhasil membagi bumi menjadi beberapa zona. Al-khawarizmi jugalah yang mampu menggambarkan secara detail kenampakkan muka bumi, termasuk benua, negara bahkan hingga kota-kota didalamnya berdasarkan garis koordinat. Koordinat dibutuhkan dalam hal pemetaan namun selain pemetaan koordinat juga dibutuhkan dalam penginderaan jarak jauh. Penginderaan jarak jauh sendiri memilikki salah satu fungsi yaitu untuk mencari Sumber Daya Alam yang ada jauh dibawah permukaan bumi.



B.      Semangat untuk kembali menguasai ilmu pengetahuan



Berkaca dari Muhamman ibn Musa al- Khawarizmi tidak membuat kita harus memamerkan kejayaan peradaban islam dari masa lalu untuk dipamerkan pada masa kini. Seharusnya hal itu menjadi landasan kita dalam menguasai teknologi dan ilmu pengetahuan. Hampir seluruh negara muslim di dunia masih menjadi pengguna barang-barang berterknologi. Produsen handphone pun masih memandang Indonesia adalah pasar yang besar. Rakyat Indonesia masih menjadi konsumen barang elektronik begitu juga arab saudi dan negara timur tengah yang masih menjadi pembeli pesawat terbang nomor 1 di dunia. Sebenarnya ita sedang dibuai oleh bangsa barat. Ketertinggalan kita dalam berbagai ilmu pengetahuan menjadi gambaran bahwa kita gagal mengembangkan ilmu pengetahuan yang diwariskan oleh ilmuwan-ilmuwan muslim pada masa lalu. Seharusnya hal ini menjadikan kita sadar bahwa pengembalian kejayaan islam ke muka bumi tidak hanya soal politik dan hunusan pedang. Kita boleh juga amar ma’ruf nahi mungkar dalam menegakkan syariat islam namun disamping itu hal yang membuat islam jaya sebagai peradaban adalah ilmu pengetahuan. Al-khawarizmi juga telah menunjukkan bahwa ilmu pengetu=ahuan adalah salah satu cara untuk menunjukkan eksistensi kita. Dunia barat diam-diam telah mengambil ilmu pengetahuan dari kita untuk menghilangkan kegelapan dari peradabannya. Indonesia sendiri sedang dijajah namun bukan dari segi wilayah dan kekuasaan melainkan dari segi ekonomi.



Membangun peradaban modern di nusantara niscaya akan membangkitkan kejayaan islam. Tentu saja sebuah langkah besar dimulai dari sebuah langkah kecil. Dan langkah kecil tersebut adalah mengubah perspektif kita dalam memandang ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan bukan saja dilihat dari sisi dunia saja melainkan dari sisi ukhrawi atau akhirat seperti sabda Rasulullah SAW



                Kelebihan orang berilmu dibanding abid (ahli ibadah) adalah tujuh puluh derajat. (HR. Ashbihaani)



Menjalankan rukun iman dan rukun islam nampaknya hanya akan menjadi jaminan aliran pahala saat di dunia. Tentunya kita menginginkan aliran pahala bahkan saat kita telah tiada. Nah, salah satu cara untuk mendapatkan pahala yang terus mengalir adalah dengan menguasai suatu pengetahuan dan mengajarkannya bagi sesama, sehingga kita bisa menciptakan suatu rumus yang dapat dipelajari oleh anak cucu kita. Dengan ini kehadiran kita di dunia dikenang tidak hanya orang yang sholih/ah tetapi juga orang yang berilmu luas yang telah berhasil menyempurnakan ilmu pengetahuan, kehidupan dan peradaban. Ilmu pengetahuan tidak hanya tentang harta dan Allah SWT. Telah menjamin kemuliaan bagi orang yang mensucikan niatnya untuk mengajarkan ilmu pengetahuan dengan ikhlas. Islam, selain membutuhkan sosok yang berani dan siap mati juga membutuhkan sosok yang mampu menguasai ilmu pengetahuan . Untuk itulah ajari generasi kita dengan ajaran islam yang kaffah atau sempurna. 

Sumber Utama : Khazanah Trans 7   

Komentar

Postingan Populer